Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemeluk Islam Suku Dayak di Kalimantan

Suku Dayak adalah salah satu Suku besar di Indonesia. Keberadaan suku ini menyebar di seluruh pulau Borneo atau Kalimantan dan wilayan pulau kecil sekitarnya seperti kepulauan Derawan dan Maratua. Agama asli Suku Dayak adalah kaharingan. Namun pemeluk Islam Suku Dayak di Kalimantan perlahan mulai tumbuh. Bahkan berlangsung sejak dahulu.

Kepercayaan Kaharingan

Agama asli Kaharingan pada suku Dayak di Kalimantan ini dipeluk oleh masyarakat Suku Dayak sebelum agama-agama besar dipeluk. Kaharingan artinya tumbuh atau hidup, seperti dalam istilah danum kaharingan (air kehidupan). Kaharingan percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit), dianut secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Kalimantan.

Kaharingan dimasukkan dalam ajaran agama Hiindu meskipun antara agama Hindu dan Kaharigan berbeda. Karena pemerintah Indonesia mewajibkan penduduk dan warganegara untuk menganut salah satu agama yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia, Sedangkan tidak ada daftar agama Kaharingan.

Pemeluk Islam Suku Dayak

Pendahulu Suku Banjar

Di bawah ini ada beberapa pemeluk Islam Suku Dayak yang ada pada sub Suku Dayak di Kalimantan.

1. Dayak Paser

Sejumlah 95 % penduduk Suku Dayak Paser menganut agama Islam dan sisanya beragama Kristen Hindu maupun Kaharingan. Islam berkembang tidak lepas dari adanya Kesultanan Paser yang telah ada sejak Tahun 1516 hingga berakhir pada 1906. Suku bangsa Paser memiliki tiga kultur Budaya dasar yakni Budaya Pedalaman,Pesisir dan Budaya Kesultanan.

Rumah adat suku Paser adalah rumah panjang dengan bentuk rumah panggung sebagaimana Suku Dayak pada umumnya Suku bangsa Paser memiliki peradaban yang tertua di pulau Kalimantan. Sebagian suku Paser yang masih memegang kepercayaan kaharingan menempati area yang lebih pedalaman.

2. Dayak Berau

Adanya Kesultanan Berau menjadikan masyarakat di sekitarnya perlahan-lahan masuk Islam. Meskipun pada masa lalu kesultanan ini terpecah menjadi dua kepemimpinan. Bahkan kesultanan ini pernah dikuasai oleh kesultanan Sulu namun penduduk asli di kalimantan Timur ini tetap pada adat budaya Melayu. Kebudayaan unik inilah yang menjadikan Berau menjadi salah satu tujuan wisata di Kalimantan Timur. Salah satu layanan wisata Derawan Tour memberikan pelayanan wisata budaya di Berau.

3. Dayak Kutai

Meskipun sebagian besar Suku Dayak memeluk agama Islam namun hingga saat ini masih ada Suku Kutai di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara yang menganut kepercayaan kaharingan sama halnya dengan Suku Dayak yang masih asli. Suku Kutai juga memiliki kedekatan budaya dengan Suku Banjar karena terjadi asimilasi dengan budaya melayu banjar.

Meskipun suku Kutai adalah suku Dayak yang menganut agama Islam namun mereka masih mempertahankan sebagian besar budaya leluhur. Karena itulah jika dilihat kebudayaan Suku Kutai hampir menyerupai kebudayaan Suku Dayak yang masih asli. Sehingga masih ada ritual tahayul seputar kelahiran dan juga berbagai kegiatan mistik lainnya.

4. Dayak Banjar

Gabungan suku-suku asli Kalimantan yang awal mulanya dipersatukan oleh herajaan Budha kemudian kerajaan Hindu dan teakhir adalah kerajaan islam yakni Kesultanan banjar. Persatuan suku-suku Dayak yang dipersatukan oleh kesultanan Banjar inilah yang kemudian diberinama Suku banjar. Suku ini tersebar di Kalimantan dan Banjarmasin merupakan nama kota yang berasal dari Suku ini.

Kebudayaan Melayu dan juga kebudayaan Jawa sangat memperngaruhi kebudayaan dari Suku Banjar. Karena pada masa lalu Majapahit pernah memiliki kekuasaan hingga mencakup seluruh Nusantara dan hal inilah yang membentuk corak kebudayaan Banjar.. Suku Banjar yang memiliki bahasa Banjar ini memiliki kekerabatan dengan suku lain di kalimantan terutama Suku Dayak yang masih asli.

Suku Dayak Berau


Keberadaan Suku Banjar tidak lepas dari peristiwa pada tahun 1526 saat raja Kerajaan Banjar menerima dan memeluk Islam. Dengan demikian seluruh kalangan penduduk Kerajaan Banjar juga mamaluk Islam, sehingga kemunculan suku Banjar dengan ciri keislamannya. Sedangkan yang mempertahankan agama suku Kaharingan lebih memilih untuk bermigrasi ke daerah perhuluan dan dataran tinggi.

Itulah beberapa pemeluk Islam Suku Dayak di kalimantan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Dan jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang destinasi wisata Ramadhan di Jogja.

Posting Komentar untuk "Pemeluk Islam Suku Dayak di Kalimantan"

Berlangganan via Email