Ritual Tahayul Seputar Kelahiran Yang Sebaiknya Ditinggalkan

Di Indonesia utamanya di Jawa ada berbagai kegiatan atau ritual tahayul dalam menyambut kelahiran bayi. Dan dari beragam ritual tersebut ada yang benar-benar tidak masuk akal. Maka ada kalanya dalam menanggapi adat dan budaya perlu filter agama dan juga rasionalitas.

Ritual Tahayul Seputar kelahiran

1. Ibu bayi tidak boleh keluar rumah selama masa nifas

Seorang ibu yang baru saja melahirkan atau biasa dikenal dengan masa nifas memang tidak memiliki kewajiban dalam beribadah atau sholat karena dianggap tidak suci. Memang hal ini kenyataannya adalah seorang yang ada pada masa nifas selalu mengeluarkan cairan dari kemaluannya yang berbau busuk.

Bayi lahir disegerakan aqiqah bagi yang mampu. Sumber Unsplash


Akan tetapi hal ini tidak menjadikan seorang ibu dalam masa nifas dilarang keluar rumah. Boleh saja keluar rumah jika diperlukan seperti menjemur bayi saat pagi hari, mengangkat jemuran kering dan sebagainya. Karena tidak ada dalil agama yang melarangnya maka pemahaman seperti ini harus ditinggalkan.

Hanya saj untukkegiatan keluar rumah yang melelahkan perlu dihindari seperti berwisata menggunakan bus bersama keluarga, melakukan pekerjaan berat atau melakukan pekerjaan yang menjadikan terhambatnya pemukihan luka saat melahirkan.

2. Meletakkan senjata tajam di dekat si bayi

Bayi yang baru lahir biasanya di tempatkan di dipan yang berkasur atau kasur yang diletakkan di bawah. Ada sebagian orang yang menempatkan berbagai senjata tajam di bawah kasur bayi. Menurut cerita hal itu di lakukan untuk keselamatan si bayi dari bahaya yang mengintai. Padahal bayi yang baru lahir belum bisa membela diri dengan senjata tajam. Karena hal itu tidak masuk akal dan merupakan perkara tahayul maka sebaiknya dihindari..

3. Mengubur ari-ari di tempat tertentu agar memperoleh kebaikan

Ari-ari bayi yang baru lahir dikubur di samping pintu masuk rumah sebelah kanan jika yang lahir laki-laki. Dan di sebelah kiri jika yang lahir perempuan. Selain itu benda benda yang berhubungan dengan keinginan kepada si anak juga ikut dikubur. Seperti mengubur stetoskop agar bisa menjadi dokter. Hal tahayul ini perlu di tinggalkan karena bertentangan dengan pikiran rasional dan juga agama.

Diatas tanah dikuburkannya ari-ari biasanya di beri penerangan lampu minyak atau lampu menggunakan listrik PLN. Bisa jadi tujuan di letakkannya lampu di atas penguburan ari-ari pada jaman dahulu untuk menghindari binatang pemakan bangkai yang mencium bau ari-ari bayi seperti anjing liar dll. Akan tetapi saat ini sudah tidak relevan lagi.

Dengan adanya lampu di depan rumah samping kiri atau kanan pintu akan memudahkan orang-orang akan mengetahui jika yang punya rumah baru saja dikaruniai seorang bayi. Perbuatan ersebut saat ini sudah tidak cocok dilaksanakan karena sudah tidak ada binatang buas yang masuk perkampungan.

4. Ritual meniup bayi pada acara selapanan

Ritual yang di maksud disini adalah ritual menggedong bayi berkeliling ke tiap tiap tamu undangan dan tiap tiap tamu undangan akan mengelus dan meniup kepala bayi. Ada yang sekedar meniup tetapi ada pula yang disertai doa dan ucapan pengharapan pada si bayi.

Upacara selapanan di lingkungn pedesaan biasanya akan disertai dengan pembacaan syair Al Barzanji. Peniupan bayi yang dilakukan tamu undangan sebenarnya akan memiliki dampak buruk kesehatan bayi. Ketika para tamu undangan meniup kita tidak tahu kondisi kesehatan tamu undangan pada acara selapanan tersebut apakah penderita TBC, perokok berat atau penyakit lainnya.

Bayangkan saja, ketika kita memiliki anak penderita asma saja untuk pemulihannya kita harus mengajak anak ke pantai setiap pagi hari untuk berolahraga. Apalagi bayi kita terkena TBC atau penyakit lainnya karena ritual peniupan tentu sangat merepotkan nantinya. Itulah mengapa ritual peniupan bayi perlu dihindari. 

Banyak sekali tahayul seputar kelahiran yang beredar di masyarakat. Sumber Unsplash


Sebenarnya yang dituntunkan dalam agama hanya aqiqah saja yakni memotong hewan aqiqah pada hari setelah kelahiran. Seperti halnya jasa yang di sediakan oleh penyedia jasa aqiqah, mereka hanya menyediakan jasa hewan aqiqah, jasa pemotongan, jasa ustadz, jasa pembawa acara atau pembaca al Qur’an.

Penyedia jasa aqiqah di kota besar seperti jasa aqiqah Jakarta dan berbagai kota lainnya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang di butuhkan dan di lakukan selama masa kelahiran sehingga masyarakat paham bahwa perkara tahayul seputar kelahiran tak perlu di lakukan.

Komentar