Hal Yang Perlu Menjadi Catatan Saat Mengajak Anak ke Pantai

Pantai adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi anak dan keluarga. Siapa yang tidak suka dengan deburan ombak yang tenang, laut yang biru, angin yang sepoi-sepoi serta hamparan pasir putih (meski tidak semua pantai berpasir putih tentunya). Semua itu adalah anugrah dari Sang Pencipta yang perlu disyukuri dengan semakin taat kepada Nya. Nah, kembali lagi soal pantai, mengajak keluarga ke pantai bisa menjadi opsi menarik akhir pekan Anda sekeluarga, namun menurut hemat kami jika membawa anak-anak bisa memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Air minum yang cukup

Suasana pantai di siang hari akan sangat panas, terutama di musim kemarau. Namun itulah eksotisme berlibur ke pantai. Coba bayangkan jika ke pantai pas hujan deras, pasti tidak sebagus dan berkesan saat cuaca cerah. Namun untuk menghadapi suhu yang panas di siang hari, anak-anak perlu dibekali banyak air minum, agar tidak terjadi dehidrasi. Yang namanya anak-anak, jika sudah seneng, biasanya lupa ngapa-ngapain termasuk minum. Jangan sampai selepas dari liburan malah 'berlibur' ke rumah sakit. Oke?

Pantai Kuta Lombok, sumber ig @irwan.andriyanto.nugroho

2. Menyiapkan baju ganti anak

Air adalah benda yang amat menarik bagi anak. Meskipun ada juga sebagian anak yang tidak suka dengan air. Namun normalnya jika anak menjumpai air, hal yang akan dilakukan adalah bermain air. Pada kondisi seperti ini, Ayah Bunda harus membawa baju ganti untuk anak. Karena jika dibiarkan terus takut nanti masuk angin. Apalagi jika perjalanan pulang dari pantai ke rumah cukup jauh. Memang betul di pantai biasa dijual pakaian anak, namun jika kita sudah prepare dengan baik dirumah, hal tersebut juga bisa menjadi bahan edukasi positif ke anak. 

3. Pengawasan ekstra

Kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di pantai. Di beberapa pantai, ombak yang tenang bisa tiba-tiba disusul ombak yang besar. Maka saat akan berlibur ke pantai semisal pantai di Gili Air Lombok, kita bisa mempelajari dulu karakteristik pantai Gili Air tersebut, apakah aman jika dipakai bermain anak atau tidak. Selain itu anak-anak biasanya mudah panik jika menghadapi sesuatu yang mengancam mereka. Maka saat di pantai, pastikan orang tua selalu dekat dengan anak.

Ilustrasi kendaraan menuju pantai, sumber asli unsplash via JogjaCars

4. Edukasi fikih Islam

Ini yang harus dilakukan oleh setiap orang tua muslim yang mengajak anak-anaknya ke pantai. Karena kehidupan tidak berjalan dengan Islam, kita tahu dipantai akan ada banyak orang mengumbar aurat. Maka baiknya bentengi sikap kritis ke anak dengan selalu memberikan edukasi perihal fikih Islam yang seharusnya dilakukan. Dikaitkan dengan kemuliaan hidup manakala taat pada aturan Nya. Sebagai orang tua juga harus bisa memberikan contoh pada anak, meski berlibur ke pantai dan main air, ibunda tetap memakai jilbab dan khimar, ayah tetap memakai pakaian yang menutup aurat. Jadikan waktu berlibur di pantai sebagai salah satu sarana memperkuat ruh keislaman keluarga kita.

Baca juga : Busana Muslim Tak Sekedar Menutup Aurat

Itulah 4 hal yang penting kita perhatikan saat mengajak anak ke pantai. Bisa jadi dalam waktu dekat keluarga Anda akan pergi ke pantai untuk liburan bersama. Semoga bisa menjadi hal yang bermanfaat, silahkan share ke sosial media yang ada jika berkenan. Jazakumullah khair.
   

Komentar