Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Dibalik Keranda Mayat

Keranda mayat, salah satu barang yang terlihat menakutkan bagi sebagian orang di jaman dulu. Mungkin keranda mayat saat ini malah tidak begitu menakutkan, karena menggunakan bahan yang bersih, mengkilap dan enak dipandang. Salah satunya adalah menggunakan bahan stainless dan juga bahan logam lainya. 

Karena itulah harga keranda mayat untuk bahan stainless cukup mahal. Namun apapun bahannya yang digunakan baik logam, kayu dan bahan lainnya, fungsinya tetaplah sama yakni untuk mengangkut jenazah untuk dikebumikan. Karena itu sebenarnya dengan bahan apapun fungsi keranda mayat adalah sama.

Keranda mayat ternyata menyimpan kisah yang sangat inspiratif di masa lalu. Bahkan berdasarkan kisah inilah keranda mayat digunakan oleh kaum muslim hingga saat ini. Karena sebelumnya ketika ada orang muslim yang meninggal, jenazahnya dipanggul oleh seseorang bukan diangkut oleh keranda mayat.


Kisah Awal Mula Keranda

Pada suatu hari Fatimah Azzahra yang merupakan putri Rasulullah SAW sedang duduk duduk di berada depan rumah beliau, disaat itu beliau ditemani oleh Asma Binti Khumaisy. Saat sedang asyik duduk, tiba tiba lewat lah segerombolan lelaki yang sedang membawa jenazah seorang wanita dengan cara dipanggul menuju kuburan untuk dimakamkan.

Lalu tiba tiba Fatimah pun menangis seketika ketika melihat pemandangan itu. Kemudian Asma mendekati Fatimah dan kemudian bertanya "wahai putri rasulullah, mengapa engkau menangis melihat orang orang membawa jenazah itu??" begitu tanya Asma keheranan kepada Fatimah.

Lalu Fatimah sambil masih meleleh air matanya menjawab "setiap orang yang mati akann dibungkus dengan kain kafan dengan rapat, lalu kemudian ia akan dibawa menuju tempat pemakaman dengan dipanggul pada pundak orang orang yang membawanya?" Ia berkata sembari balik bertanya.

Lalu Asma menjawab "tentu wahai putri Rasulullah". Lalu Fatimah melanjutkan lagi "dan begitupun aku, kelak ketika aku telah mati nanti, pasti aku juga akan dipanggul diatas pundak pundak orang yang membawaku ke kuburuan?" tanya Fatimah..

Lalu Asma menjawab "benar sekali ya Putri Rasulullah". Kemudian Fatimah pun menangis lagi seraya berkata "itulah yang membuat aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku telah meninggal, kemudian aku dibungkus dengan kain kafan yang sangat rapat, dan lalu kemudian aku pun dipanggul diatas pundak orang orang untuk dibawakan ke kuburan. sementara orang yang mengiringi jenazahku melihatku, itulah yang membuat aku merasa sangat malu, karena mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku".

Mendengar ungkapan dari Fatimah, lalu Asma pun berkata "wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negri Habasyah, aku melihat jenazah yang dibawa kekubur diletakkan di sebuah tempat yang disebut keranda, aku rasa itu dapat menutupi pandangan orang orang terhadap lekuk bekuk tubuh jenazah yang sedang dibawa".

Mendengar cerita Dari Asma, lalu Fatimah pun tersenyum dan wajahnya pun terlihat berseri. lalu dia berkata "aku wasiatkan kepadamu ya Asma, jika nanti aku mati maka suruhlah orang orang meletakkan kan jenazahku itu diatas keranda agar mereka tidak bisa melihat lekuk bekuk tubuhku".

Sejak saat itu, akhirnya umat Islam diseluruh dunia pun menirukan hal yang sama pada jenazah Fatimah dengan meletakkan jenazah diatas keranda untuk dibawa kepemakaman. Padahal sebelumnya untuk membawa ke pemakaman umat Islam memanggul jenazah, tidak menggunakan keranda.

Sungguh kisah tersebut sangat menginspirasi, dimana saat ini wanita yang masih memiliki nyawa pun tidak pernah memperhatikan aurat miliknya, bahkan malah mempertontonkan auratnya. Sedangkan Fatimah yang kala itu masih hidup meangis, memikirkan keadaannya jika telah mati. Ia khawatir kalau-kalau lekuk tubuhnya akan terlihat oleh manusia ketika dibawa ke pekuburan. 



Kisah ini sebenarnya bisa menjadi teladan bagi kita terutama kaum hawa, bahwa kemuliaan wanita adalah terletak dari bagaimana ia memperlakukan dirinya sendiri. Apakah ia menjaga kehormatannya, walau telah terbujur kaku, atau ia akan membiarkan segala hal bisa diketahui oleh manusia, baik itu aib atau aurat. Semua akan kembali kepada Allah SWT dan semua akan dimintai pertanggungjawaban.


Posting Komentar untuk "Cerita Dibalik Keranda Mayat"

Berlangganan via Email