Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menengok Aktivitas Kepanitiaan Qurban di Masjid




Ibadah Qurbanadalah ibadah tahunan yang biasa dilaksanakan kaum muslim dengan kegiatan penyembelihan hewan Qurban. Tidak seperti aqiqah yang kegiatannya bisa dibisniskan, ibadah Quban penyelenggaraannya dilakukan oleh kam muslim sendiri. Karena itulah kepanitiaan Qurban di masjid akan dibentuk ketika hari raya Iedul Qurban akan segera datang.

Pada aqiqah berbagai kegiatan mulai dari penyediaan hewanaqiqah sampai pengemasan masakan aqiqah di lakukan oleh perusahaan, sehingga perusahaan akan mendapatkan laba dari aktifitas tersebut. Karena itulah bisnis aqiqah di daerah seperti aqiqah cilacap dan daerah lain semakin maju. Sedangkan untuk qurban semua kegiatannya sudah di laksanakan oleh panitia yang dibentuk. Tentu saja pembentukan panitia ini di dasarkan pada kemampuan orang yang terpilih sebagai panitia dan juga keaktifan di masyarakat.

Meskipun kepanitiaan Qurban biasanya setiap tahun terkadang hanya diisi oleh orang itu-itu saja namun yang terpilih sebagai panitia hanya menjalankan tugas sosial, artinya ia harus menyempatkan waktunya untuk mengurusi agenda Qurban tanpa ada uang jasa. Kalaupun ada hanyalah uang lelah yang tidak sebanding dengan aktifitas yang dilakukannya. 


 

Persiapan Qurban

Panitia Qurban akan bekerja beberapa bulan sebelumnya meskipun perayaan Qurban atau penyembelihan hanya dilaksanakan dalam sehari. Beberapa bulan sebelumnya panitia Qurban sudah harus mengerjakan pekerjaan sebagai berikut :
  • Pengadaan identitas panitia, bisa berupa kaos seragam atau kartu.
  • Menghimpun Shohibul Qurban 
  • Cek jumlah penerima daging kurban. 
  • Pengadaan hewan Qurban 
  • Mempersiapkan kebutuhan perlengkapan pelaksanaan, penerimaan dan pembagian daging kurban. Hal yang dipersiapkan meliputi pembuatan kupon, mempersiapkan timbangan, plastik, telenan, pisau, keranjang, rafia dll. 
  • Membuat pengumuman tentang informasi penerimaan hewan qurban, juga ongkos potong dan biaya pemeliharaan dan waktu pemotongannya. Biasanya besar biaya satu paket wurban sudah meliputi biaya biaya diatas, 
  • Menentukan tempat pemeliharaan dan membuat jadwal penerimaan dan pemeliharaan hewan qurban. 
  • Membuat surat permohonan cek kesehatan hewan qurban kepada Dinas Peternakan setempat. Permohonan ini ntuk memastikan bahwa hewan benar-benar sehat dan tidak mengandung penyakit. 
  • Mengadakan negosiasi dengan tukang potong, tukang merebus babat, tukang pencari rumput dan tenaga eksternal lainnya yang sifatnya tenaga upahan. 
  • Menyiapkan konsumsi bagi panitia yang terlibat di hari penyembelihan. 

Pelaksanaan Qurban

Pada fase pelaksanaan qurban ini ada dua agenda utama dari panitia penyembelihna hewan qurban. Yakni agenda oenyembelihan dan agenda pendistribusian. Pada hari tersebut merupakan agenda puncak sehingga akan memakan banyak tenaga dan personil.

1. Agenda penyembelihan

Pada area penyembelihan, harus ada tulisan selain panitia dilarang masuk. Hal ini penting untuk terciptanya ketertiban dan keamanan.

Verifikasi permohonan hewan/daging kurban yang masuk. Terkadang ada saja proposal masuk ke masjid yang isinya adalah permohonan penyediaan hewan atau daging qurban untuk masyarakat yang berada di daerah miskin atau pedesaan. Panitia harus memperhatikan ini agar daging qurban yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
  • Finalisasi jumlah yang berhak menerima daging qurban.
  • Perhitungan dan monitoring atas siapa yang yang harus diberi dan permohonan yang sudah disetujui. 
  • Penyembelihan hewan qurban. 
  • Pengulitan,pemisahan antara daging, tulang, usus, babat dan jeroan. 
  • Penimbangan dan pembungkusan daging qurban berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan. Biasanya pembagian tersebut berdasarkan jumlah jiwa. Namun ada juga yang berdasarkan jumlah kepala keluarga. 
  • Menyetok daqing kurban untuk siap di distribusikan. 

2. Agenda pendistribusian

Merealisasikan pembagian hewan kurban kepada pemohon untuk daerah binaan. Pendistribusian hewan atau daging qurban ke daerah yang telah melayangkan proposal permohonan daging atau hewan qurban.

  • Merealisasikan pembagian daging kurban berdasarkan data yang telah diverifikasi.
  • Menyiapkan daging kurban untuk permintaan kepada shohibul qurban. Terkadang shohibul qurban memitna jatah daging qurban dengan jumlah tertentu namun tidak lebih dari 1/3 bagian. Pada shohibul qurban yang memiliki permintaan berbeda harus dicatat agar nantinya pendistribusian daging qurban tidak mengalami kesalahan. 
  • Menyalurkan daging kurban kepada warga sekitar. 
  • Membuat laporan bidang distribusi untuk selanjutnya diserahkan kepada sekretaris. 
Sebaiknya sistem distribusi atau pembagian daging kurban, tidak dibagi langsung kepada mereka yang berhak. Namun menggunakan sistem pos. Satu area adminstratif, biasanya satu RT dijadikan satu pos dengan dikepalai oleh pak RT.

Pak RT atau siapa yang diberi amanah inilah yang mendata berapa warga yang berhak menerima daging kurban, sekaligus mengambilnya di panitia pada hari penyembelihan. Setelah daging diterima oleh Pak RT, maka warga yang berhak menerimanya diundang ke pos, biasanya rumah ketua RT, untuk mengambil bagiannya. Dengan cara ini pendistribusiannya lebih tertib dan tepat sasaran. 



Evaluasi Qurban

Perlu diadakan rapat penutupan dan pembubaran panitia setelah beberapa hari sejak hari penyembelihan. Sebelum rapat dimulai, dimohon kepada masing-masing bidang membuat draf laporan evaluasi. Masing-masing bidang menyampaikan laporannya pada forum rapat.

Laporan dari hasil pekerjaan harus diserahkan dalam bentuk tertulis. Selain itu perlu pembahasan mengenai hambatan dalam proses penyelenggaraan penyembelihan dan solusi kedepan yang akan digunakan. Hal ini supaya agenda di tahun depan menjadi lebih baik lagi.

Posting Komentar untuk "Menengok Aktivitas Kepanitiaan Qurban di Masjid "

Berlangganan via Email