Busana Muslim Yang Baik Tak Sekedar Menutup Aurat

Kata busana muslim bisa jadi sangat akrab dalam kehidupan sehari hari. Selain kata tersebut, saat ini juga banyak dijumpai istilah berbau Islam yang berkaitan dengan fashion, semisal : kaos dakwah, muslim ootd, jilbab syarie, gamis syarie, kaos islami, celana sirwal, celana laa isbal, baju dakwah dan sebagainya. Mengapa itu semua bisa terjadi? Tidak lain tidak bukan karena semangat berislam masyarakat Indonesia mulai tumbuh.

Jika kita hidup di era tahun 70 an atau 80 an. Akan sangat sulit menemukan perempuan yang memakai busana muslim syarie, terutama bagi perempuan. Hal tersebut karena keadaan tidak memungkinkan. Namun saat ini, di era setelah reformasi. Kebebasan seperti pisau bermata dua. Kita bisa menjumpai perempuan berpakaian tapi telanjang yang dikabarkan oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dalam salah satu hadist beliau. Bisa juga menemui wanita berbusana islami yang syarie.

Busana Islami Pria Tema Ibu - Kaos Dakwah - Dipakai Pelanggan Kami, Nasyid, Maher Zain, Dakwah Dengan Kaos
Busana Islami Pria Tema Ibu - Kaos Dakwah - Dipakai Pelanggan Kami

Kata busana memang identik dengan kesan wanita. Namun sejatinya, kata busana bisa berlaku untuk pria maupun wanita. Jadi ketika kita membicarakan tentang busana muslim, hal tersebut berlaku juga untuk kaum adam. 

Kita tahu dalam berpakaian, setiap muslim dan muslimah tidak bebas. Ada aturan yang mengikat. Yaitu aturan mengenai berpakaian. Yang nanti jika detailkan kembali, akan ada aturan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Antara ditempat umum dan ditempat khusus. Definisi tempat khusus disini adalah tempat dimana seseorang yang asing harus meminta izin untuk bisa memasukinya, seperti rumah contohnya. Akan beda pula busana islami saat dengan mahram dan non mahram. Namun pada artikel ini, kita cukupkan pada busana pria dan wanita saat ditempat umum.

Sudah mafhum dalam pikiran kita sebagai seorang muslim atau muslimah. Bahwa ada batasan aurat yang harus ditutup saat ditempat umum. Untuk laki-laki, pendapat paling kuat yang kami ambil tentang aurat adalah diantara lutut dan pusar.  Sedangkan untuk perempuan, pendapat paling kuat yang kami ambil adalah kecuali muka dan telapak tangan. Namun apakah ketika keluar di tempat umum hanya cukup seperti itu saja. Pada faktanya tidak sesimpel itu.

Indonesia negeri yang mayoritas penduduknya muslim, menurt bayangan ideal kami jika keluar rumah adalah akan penuh orang-orang yang berbusana islami. Namun kenyataan tidak seperti itu. Bahkan yang sudah menutup aurat pun, terkadang tidak memperhatikan konten pesan dari busana yang dipakai. Semisal, kita akan jumpai laki-laki dewasa maupun remaja yang memakai kaos Heineken, Guiness, Jack Daniels. Yang itu semua nota bene adalah merk minuman keras yang haram dalam Islam. 

Bahagia Memakai Busana Syarie

Penulis juga sering menjumpai kaos bergambar simbol-simbol setan dan semisal, seperi Lucifer, Baphomet, pentagram. Ada pula kaos bergambar Ernesto Che Guevara, Marx dan tokoh non Islam lainnya. Ada juga kaos bergambar seronok maupun tulisan yang seronok. Itu semua banyak dijumpai disekitar kita. Dan kebanyakan tidak mengetahui arti dan maksud dari gambar tersebut. Hanya sekedar ikut-ikutan saja. Tentu sebagai muslim selayaknya kita tidak seperti ini, karena setiap perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jadi, yang ingin kami sampaikan disini. Busana muslim yang baik tidak hanya sekedar menutup aurat. Namun perlu diperhatikan juga isi dari pesan yang terkandung didalamnya. Jika pesannya bertentangan dengan Islam, maka pendapat yang kami ambil adalah haram untuk menyebarkannya. Nah, alhamdulillah sekarang sudah banyak bermunculan busana dengan pesan-pesan islami yang model, desain, kualitas dan harganya cocok dengan sahabat semua. Mari sebarkan kebaikan bersama lewat fashion. Walllahu Alam Bishowab

Komentar