Mengunjungi Masjid Suciati Saliman Yogyakarta

Ada sebuah masjid yang berdiri di Yogyakarta baru-baru ini viral karena perjuangan pembangunannya yang di bangun oleh seorang pengusaha. Masjid tersebut adalah Masjid Suciati Saliman, sesuai dengan nama orang yang membangunnya. Masjid ini terlihat bertambah kemegahannya karena berada di pemukiman biasa di jalanan yang tak seberapa lebar.

Masjid tampak depan. Sumber ngopibareng.id

Wanita Hebat

Pembangunan masjid ini tidak lepas dari seorang pengusaha ayam bernama Suciati Saliman yang memulai usahanya dari nol dan berkeinginan kuat untuk membangun masjid. Pada tahun 1966 ketika beliau masih SMP, beliau berdagang ayam di pasar Terban Jogja. Dari berjualan hanya bermodalkan lima ekor ayam, usaha Bu Suciati berkembang. Dan dari sejak SMP itu pulalah ia berkeinginan untuk membangun masjid. Dan pada 1995 keinginan menjadi semakin kuat.

Seiring berjalannya waktu, tahun 1989 pemotongan ayam manual di rumahnya yang lokasinya tidak jauh dari lokasi masjid sekarang, usahanya terus berkembang. Kini Suciati Saliman memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) modern bernama RPA Saliman dengan brand ayam ‘SR’. Produknya kini telah memiliki sertifikasi halal MUI dan sudah mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang menjamin mutu daging ayam.

Kini total produksi dari 2 pabrik di Sleman dan Jombang saat ini mencapai sekitar 100 ton per hari dan seluruh karyawannya kini mencapai 1.300 orang. Selain itu perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan ayam cepat saji bertaraf internasional disamping menyuplai beberapa restoran dan pabrik bakso di Yogyakarta.

Bangunan Masjid

Berlokasi di Jalan yang tidak begitu besar di Sleman, Yogyakarta, masjid yang dibangun Suciati tampak mewah dan megah. Masjid dibangun di atas lahan seluas 1.600 meter persegi dengan tinggi bangunan 3 lantai dan satu basement. Lantai 1 dipakai sebagai gedung serbaguna (pertemuan), lantai 2 untuk salat jamaah laki-laki, sedangkan lantai 3 untuk jamaah perempuan.

Lantai basement semula direncakan untuk parkir, karena ada kemudahan sehingga pihaknya mendapat area parkir dengan luas 3500m. Kini, area tersebut dipakai untuk kegiatan prasmanan, menyimpan perlengkapan, dan hal lain yang menunjang kegiatan di masjid.

Masjid yang dinamai Masjid Suciati Saliman ini bernuansa Timur Tengah berbalut arsitektur Jawa.Gaya Timur Tengah tampak dari desain pintu yang berlapis emas di sepanjang tepi pintu yang sama persis dengan pintu Masjid Nabawi di Madinah. Pintu masjid berjumlah 9 yang menggambarkan jumlah Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa pada masa lampau.

Menara terdiri dari menara besar 1 buah, dan menara dengan ukuran lebih kecil 4 buah. Kultur Jawa bisa terlihat dari desain atap berbentuk limas. Masjid juga memiliki bedug yang berukuran panjang 170 cm dan berdiameter 130 cm. Bedug yang ada di masjid ini dibuat oleh perajin di Cirebon dan terbuat dari kayu trembesi utuh berusia 127 tahun dari Majalengka. Kulit bedug terbuat dari kulit kerbau jantan.

Jika pengembang jasa bangun rumah hanya membutuhkan waktu beberapa mminggu untuk membangun rumah, untuk masjid ini butuh waktu sekitar 3 tahun untuk bisa membangun masjid ini. Penegakan batu pertama dilaksanakan pada 2 Agustus 2015. Masjid ini ramah lansia dan difabel. Terlihat dari adanya lift bagi lansia ketika memasuki lantai atas masjid. Masjid Suciati Saliman baru diresmikan pada 13 Mei 2018, butuh tiga tahun untuk membangunnya. 

Interior. Sumber ngopibareng.id
Masjid yang beroperasi 24 jam ini dilengkapi dengan pendingin ruangan sehingga membuat siapapun yang berada di dalamnya akan terasa nyaman. Selain kemegahannya, arsitektur masjid ini cukup unik karena meniru arsitektur gaya Masjid nabawi dan model masjid nabawi itulah yang selama ini diimpikan oleh Suciati Saliman.

Itulah ulasan singkat mengenai Masjid Suciati Saiman yang ada di Selman, Yogyakarta. Semoga artikel ini bisa memberikan kita wawasan tentang perkembangan Islam di Yogyakarta. Jangan lupa membaca artikel kami liannya tentang pemeluk Islam Suku Dayak di Kaliamantan. Terima kasih.





Komentar